Sebagai bentuk protes, PSSI Kota Ternate bahkan menolak menghadiri rapat kesiapan POPDA yang digelar Dispora pada Rabu 4 Februari 2026. Penolakan itu disebut sebagai ekspresi kekecewaan atas minimnya pelibatan organisasi sepak bola dalam proses perencanaan POPDA 2026.
Wakil Ketua PSSI Kota Ternate, Zulkifli Tuguira, menegaskan bahwa sikap tersebut bukan bentuk pembangkangan, melainkan peringatan serius agar kebijakan olahraga di Kota Ternate disusun secara inklusif, terukur, dan berkeadilan.
“Ini bukan pembangkangan. Ini bentuk keberatan kami atas kebijakan Dispora yang terkesan pilih kasih dalam pembagian anggaran, sekaligus minimnya ruang dialog dengan organisasi sepak bola,” ujar Zulkifli kepada halmaherapost.com.
Ia mengungkapkan, total anggaran POPDA 2026 yang disiapkan Dispora Kota Ternate mencapai Rp500 juta untuk 10 cabang olahraga. Namun ironisnya, cabor sepak bola justru tidak mendapatkan alokasi anggaran sama sekali.
“Jika Rp500 juta dibagi secara proporsional agar adil, kekurangan anggaran masih bisa kami antisipasi. Tapi faktanya sepak bola dinolkan. Nol rupiah. Ini jelas tidak adil,” tegasnya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !